Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan, Pemkab Sumenep Gelar Operasi Pasar Murah

banner 468x60

Sumenep, teliksandi.net- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar operasi pasar murah.

Operasi pasar murah tersebut dilaksankan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan, Kamis (06/03/2025).

banner 336x280

Kegiatan itu dilakukan guna menjaga stabilitas harga Bahan Pokok (Bapok) sekaligus mengendalikan inflasi di daerah selama bulan Ramadhan.

Pada operasi tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai macam komunitas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran, sehingga kebutuhan pokok dapat terpenuhi dengan anggaran yang lebih terjangkau.

“Kami mengadakan operasi pasar dua kali dalam seminggu menjelang bulan Ramadhan ini. Selain itu, Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga menggelar gerakan pangan murah serta pasar murah sebagai langkah antisipasi kenaikan harga selama Ramadhan,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar.

Ia mengungkapkan pada operasi itu, gagal memberi harga yang lebih murah dengan selisih sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Dirinya menambahkan, beberapa bahan pokok yang dijual dengan harga murah diantaranya ada beras premium Rp71.000 per 5 kg atau Rp14.200 per kg, minyak goreng subsidi Rp15.000 per liter dan minyak goreng premium Rp17.500 per liter.

Untuk memastikan stok tetap aman, pihaknya bekerja sama dengan Bulog Wilayah Madura dalam menyediakan berbagai komoditas bapok.

“Kami menjual beras premium dari Bulog sebanyak satu ton, sementara beras SPHP yang baru keluar digunakan untuk operasi pasar dengan stok setengah ton. Minyak goreng Bulog juga tersedia sebanyak 200 liter dengan harga lebih terjangkau,” paparnya.

Kendati memasang harga murah, Pemkab Sumenep tetap membatasi jumlah pembelian, sehingga stok bapok yang ada bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat.

Ia mengatakan, para pembeli nantinya hanya diperbolehkan membeli satu liter minyak bersubsidi, dan maksimal dua liter untuk minyak premium.

Agar hal tersebut benar-benar terlaksana, menerapkan mekanisme pembelian dengan tanda tinta bagi masyarakat yang telah berbelanja, yang diharapkan mampu mencegah terjadinya pembelian ganda.

Untuk saat ini, mengaku akan membuka operasi pasar murah itu sebanyak kurang lebih delapan kali selama bulan Ramadhan, yang akan Ditempatkan di sejumlah kantor kecamatan.

Melalui cara tersebut, berharap program yang digagas Pemkab Sumenep bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadhan, dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, dirinya juga optimis cara tersebut bisa menekan rendahnya inflasi di Sumenep.

“Jadi memang harapan kami, kolaborasi ini bisa berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *